Ruang

Pulang tadi saya melintas Jakarta War Cemetry dan juga makan Menteng Pulo. Berdekatan dengan deretan makam disana, saya melihat ada pembangunan apartemen mewah yang dibanrdol harga ratusan juta hingga milyaran rupiah.

313757_orig

Tidak mau berbicara panjang lebar, pada intinya pada perjalanan pulang tadi saya melihat tatanan kota yang tidak seharusnya. Bagaimana hunian untuk orang hidup bisa berdempetan dengan tempat peristirahatan terakhir bagi mereka yang sudah tiada.

Tapi apa mau dikata, keterbatasan ruang menjadi masalah besar yang harus dihadapi.

Mungkin hal ini juga bisa menjadi refleksi kita terhadap diri kita sendiri. Apakah kita sudah menata diri kita sebaik mungkin? Apakah kita sudah punya ruang yang tepat? Apakah kita punya ruang antara kita dan Ilahi? Seluas apakah ruang itu? Untuk apakah ruang tersebut ada?

Entahlah, biarkan ini menjadi refleksi untuk setiap kita dalam bagaimana menata ruang ruang dalam diri kita.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s