40

Hari ini tulisan kami bertemakan usia 40 tahun.

Usia yang belum senja, tapi sudah matang. Menuju kesana, masih ada 18 tahun perjalanan. Waktu yang lama tapi juga bisa jadi singkat.

Selama 18 tahun tersebut, saya harap impian-impian saya sudah tercapai. Kesempatan untuk belajar lagi dalam institusi pendidikan (walaupun udah kapok banget sejatinya sama skripsi). Pengalaman menjadi ekspatriat atau kalau bisa diaspora. Juga berbagi ilmu dan passion kepada teman teman yang masih mengenyam pendidikan dasar hingga menengah.

Selama 18 tahun berjalan, saya mau bersyukur atas sepasang bolamata yang Tuhan berikan lewat lebih aktif lagi untuk membaca ribuan aksara yang dibukukan. Semoga saya cukup beruntung agar supaya bola mata saya takjub melihat pemandangan indah di belahan dunia manapun, mahakarya yang Mahakuasa. Saya ingin bola mata saya menonton lebih banyak tontonan, karya dari kreativitas. Saya mau bola mata saya melihat senyum senyum kebahagian.

Siapa Sylviana Tanery di usia 40 tahun? Rasanya masih abu-abu. Saya belum punya gambaran persis bagaimana menggambarkan diri saat kepala empat. Kenapa demikian? karena nanti, hidup saya tidak bisa lagi suka-suka seenak sekarang. Adalah hal adi kodrati hidup saya harus menghargai pasangan dan juga menjadi ibu. (And this was my fear)

Satu hal yang selalu saya inginkan adalah, saat sudah semakin sepuh, saya mau punya flower truck. saya hanya ingin jadi penjual bunga, dan juga buku. Tidak mau toko retail besar atau apapun. Sejauh ini, saya sangat ingin menjadi penjual sederhana. Dan saya imani saya bisa melakukannya.

Buku kesukaan saya adalah The Little Prince, disinggung bahwa semakin kita dewasa kita malah melupakan hal-hal penting didalam hidup ini. Semakin banyaknya pengetahuan yang kita punya malah membunuh imaji anak anak kita. Kita disibukan dengan hal hal duniawi yang fana. Pertumbuhan membunuh sisi manis kita dalam memandang hal dan bermimpi. Karena hal yang terpenting adalah hal yang kasat mata. Salah satu hal terpenting kasat mata tersebut adalah impian.

Saya tidak punya target menjadi President Com di perusahaan kelas dunia atau menjadi team leader di PR agency tier satu. Kalau kedepannya bisa terjadi ya tentunya puji syukur, tapi impian utama saya hanya jualan bunga dan buku dari truck saja.

Menuju umur 40, tidak lagi bisa mengandalkan impian diri sendiri. Harus ada konsiderasi dari tokoh tokoh terdekat. Usia yang sudah mengalami ulang tahun. Setiap tahun kita mungkin merayakan ulang tahun, tapi ulang tahun yang paling sejati adalah ketika kita bisa mengeksplorasi siapa diri kita yang sebenarnya. Masa dimana seharusnya kita sudah punya jawaban dari why on earth am i here dan what’s our purpose in life.

Dalam poin ini juga, umur siapa yang tahu. Barangkali saya beruntung, tidak perlu merasakan hidup lama lama didunia. Jikalau saya diberi kesempatan hidup sampai usia empat puluh, saya mau belajar rendah hati dan berserah untuk mengatakan let His will be done in me.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s